AZMEDIA — Memasuki hari-hari awal tahun 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Medan, Sumatera Utara, menunjukkan kecenderungan meningkat. Jika dibandingkan dengan posisi harga pada akhir Desember 2025, sejumlah komoditas pangan utama mengalami penyesuaian harga ke level yang lebih tinggi.
Kenaikan tersebut paling menonjol terjadi pada kelompok cabai, sayuran, dan bawang-bawangan yang tercatat mengalami lonjakan harga dalam tiga hari pertama tahun ini.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Kota Medan mengalami kenaikan cukup tajam. Pada 31 Desember 2025, harga rata-rata cabai merah masih berada di angka Rp36.600 per kilogram, namun pada 2 Januari 2026 meningkat menjadi sekitar Rp42.000 per kilogram.
Tidak hanya cabai merah, komoditas cabai rawit juga mengalami tekanan harga. Berdasarkan data PIHPS, harga cabai rawit naik dari Rp70.600 menjadi Rp80.000 per kilogram. Bahkan, di Pasar Sukaramai Medan, harga cabai rawit sempat menembus Rp90.000 per kilogram.
Gunawan menambahkan, cabai hijau juga menunjukkan tren serupa. Dari harga sekitar Rp22.000 per kilogram pada akhir Desember, kini bergerak naik di kisaran Rp28.000 hingga Rp40.000 per kilogram pada awal Januari.
Selain komoditas cabai, sejumlah jenis sayuran turut mengalami kenaikan harga. Kol tercatat naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kilogram, buncis meningkat dari Rp22.000 ke Rp24.000 per kilogram, sementara harga tomat melonjak dari kisaran Rp6.000 menjadi Rp9.000 per kilogram.
Adapun komoditas bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan, masing-masing sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram dibandingkan harga akhir tahun. Saat ini, harga bawang putih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah mencapai sekitar Rp55.000 per kilogram.
Menurut Gunawan, faktor utama pemicu kenaikan harga tersebut adalah terbatasnya pasokan di pasar. Kondisi ini dipengaruhi oleh libur panjang Tahun Baru 2026 yang menyebabkan aktivitas distribusi belum berjalan normal. Sejumlah petani dan pedagang besar masih menunda aktivitas, sehingga suplai ke pasar tradisional mengalami penurunan.
Ia menilai kondisi pasar juga belum sepenuhnya pulih, terlihat dari masih adanya lapak pedagang yang belum beroperasi. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan normalisasi distribusi dan kembalinya aktivitas perdagangan, harga kebutuhan pokok diperkirakan akan kembali stabil seiring tercapainya keseimbangan antara pasokan dan permintaan.














