Pedagang Nasi Goreng di Tulungagung Meninggal Dunia, Dugaan Sementara Terkait Persoalan Asmara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Seorang pedagang nasi goreng berinisial TBS (34), warga Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, ditemukan meninggal dunia di warung miliknya yang berada di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, pada Kamis (8/1). Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar.

Kepolisian menduga terdapat persoalan asmara yang menjadi latar belakang kejadian tragis tersebut. Namun demikian, keluarga korban menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak mempermasalahkannya secara hukum.

Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, calon istri korban berinisial NP (30) merasa khawatir karena tidak dapat menghubungi TBS, padahal sebelumnya mereka telah bersepakat untuk bertemu.

Karena tidak mendapatkan respons, NP kemudian meminta bantuan seorang saksi lain, DZ (40), untuk mencari keberadaan korban. Keduanya mendatangi warung nasi goreng milik TBS di Desa Mulyosari.

Setibanya di lokasi, mereka mendapati warung dalam kondisi terbuka. Mengira korban berada di dalam, keduanya masuk untuk memeriksa. Namun, saat berada di bagian dapur, mereka justru menemukan TBS sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Pagerwojo. Aparat kepolisian bersama Tim Inafis Polres Tulungagung serta tenaga medis dari Puskesmas Pagerwojo kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.

Baca Juga :  Seremoni Pemerintah Dinilai Boros, Publik Diminta Fokus ke Hasil Nyata

“Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain,” terang AKP Guruh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan kepolisian, korban dinyatakan meninggal dunia akibat perbuatannya sendiri. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas serta tidak akan menempuh jalur hukum apa pun.

Jenazah korban selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum setempat. Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB