Sebanyak 200 Becak Listrik dari Presiden Prabowo Akan Disalurkan di Tulungagung

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Program bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto mulai disiapkan di Kabupaten Tulungagung dengan diawali pelatihan bagi para tukang becak. Ratusan pengayuh becak tampak mengikuti pembekalan teknis agar lebih siap mengoperasikan kendaraan berbasis listrik tersebut saat bantuan resmi disalurkan.

Pelatihan difokuskan pada pengenalan sistem pengendalian, cara penggunaan gas, hingga pemahaman dasar perawatan becak listrik. Unit yang akan dibagikan merupakan produksi PT Pindad, sehingga peserta juga dikenalkan pada spesifikasi teknis dan aspek keselamatan berkendara.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menjelaskan, bantuan ini tidak diberikan kepada seluruh tukang becak. Pemerintah daerah menerapkan kriteria penerima, di antaranya usia minimal 60 tahun serta termasuk dalam kelompok ekonomi desil 1 hingga 5. Dari sekitar seribu tukang becak yang ada di Tulungagung, baru 200 orang yang masuk daftar penerima tahap awal.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk tahap ini memang masih terbatas. Namun kami akan terus berupaya mencari tambahan bantuan agar lebih banyak tukang becak yang terbantu ke depannya,” kata Gatut, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga :  Kontroversi Data Belanja Iklan Nasional di HPN 2023

Ia menambahkan, pendanaan becak listrik tersebut berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo. Dengan harga satu unit mencapai sekitar Rp22 juta, total nilai bantuan yang dialokasikan untuk Tulungagung diperkirakan menembus Rp4,4 miliar. Gatut menegaskan, becak listrik yang diterima tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain.

“Becak ini khusus untuk penerima. Namun apabila penerima meninggal dunia, masih diperbolehkan diwariskan kepada anaknya. Untuk perawatan dan kendala teknis, nanti akan ada pendamping dan koordinator di lapangan,” jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan, Sukadi, mengaku gembira sekaligus tertantang dengan kehadiran becak listrik. Ia menyebut perlu waktu untuk menyesuaikan diri karena selama ini terbiasa mengayuh pedal. Tukang becak yang biasa mangkal di sekitar perempatan BTA itu mengaku sempat gugup saat pertama kali mencoba.

Baca Juga :  Tertibkan Pengendara, Dishub Nganjuk Pasang Marka Kejut di Jalan A Yani

“Rasanya beda. Biasanya mengayuh, sekarang tinggal putar gas. Tapi pelan-pelan bisa terbiasa,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Becak Listrik Indonesia Dimas Ramdana Prasetya memastikan program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan, penerima tidak akan terbebani biaya listrik karena kebutuhan daya pengisian baterai relatif kecil.

“Dengan daya listrik rumah 450 watt sudah bisa untuk mengisi baterai. Waktu pengisian sekitar tiga hingga empat jam,” paparnya.

Menurutnya, daya tahan baterai bergantung pada beban angkut. Semakin ringan muatan, semakin lama jarak tempuh yang bisa dicapai. Selain itu, pihak penyedia juga memberikan garansi selama enam bulan. Jika terjadi kerusakan, unit dapat ditangani atau ditukar melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan tukang becak sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di Tulungagung.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB