Kenaikan Gaji Pensiunan ASN–TNI–Polri 2026 Tertunda, Pemerintah Ungkap Pertimbangan Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA– Rencana penyesuaian gaji pensiunan ASN, TNI, dan Polri pada 2026 hingga kini belum dapat direalisasikan. Pemerintah menyampaikan kepastian tersebut dalam pernyataan resmi awal Januari 2026, merespons berbagai pertanyaan dan harapan para pensiunan yang menantikan peningkatan kesejahteraan di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Pemerintah menegaskan, belum diberlakukannya kenaikan gaji pensiunan bukanlah bentuk penundaan tanpa dasar. Keputusan ini diambil setelah melalui kajian menyeluruh terhadap kondisi fiskal negara. Ketidakpastian ekonomi global, kebutuhan belanja negara yang tinggi, serta komitmen menjaga kesinambungan fiskal jangka panjang menjadi faktor utama yang mendorong pemerintah bersikap hati-hati sebelum mengambil langkah final.

Di sisi lain, pemerintah mengakui pentingnya kenaikan gaji bagi para pensiunan ASN, TNI, dan Polri yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara. Penyesuaian penghasilan dinilai berperan besar dalam menjaga daya beli dan kualitas hidup, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evaluasi Fiskal Jadi Pertimbangan Utama
Dalam kerangka kebijakan ekonomi makro, stabilitas fiskal diposisikan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemerintah menilai, tanpa perhitungan yang matang, kebijakan kenaikan gaji berpotensi menimbulkan tekanan anggaran di masa mendatang dan mengurangi ruang fiskal untuk pembiayaan sektor prioritas lainnya.

Baca Juga :  Syarat dan Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign

Salah satu kebijakan yang sempat mendapat perhatian publik adalah pemberian stimulus ekonomi senilai Rp76 triliun. Stimulus ini dirancang untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi yang sempat melambat. Indikator awal menunjukkan dampak positif, terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan serta mulai pulihnya konsumsi masyarakat.

Dari sisi moneter, kondisi juga menunjukkan sinyal perbaikan. Penurunan suku bunga deposito, diikuti melemahnya suku bunga antarbank dan penyesuaian suku bunga kredit secara bertahap, mengindikasikan likuiditas sistem keuangan yang semakin longgar. Situasi ini diharapkan mendorong dunia usaha untuk kembali berekspansi dan menciptakan lapangan kerja.

Target Pertumbuhan Dinilai Masih Terjangkau
Dengan perkembangan tersebut, pemerintah menilai target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen masih realistis. Bahkan, capaian hingga 6,5 persen dinilai memungkinkan tanpa menimbulkan tekanan berlebihan. Tantangan yang lebih besar baru akan muncul apabila target dinaikkan ke level 7–8 persen, yang menuntut koordinasi kebijakan lebih kuat serta partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Pengalaman masa lalu menjadi bahan refleksi. Pada periode tertentu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu berada di kisaran 6 persen dengan peran sektor swasta yang dominan. Sebaliknya, ketika pemerintah mengambil peran besar melalui pembangunan infrastruktur berskala luas, pertumbuhan ekonomi dinilai belum sepenuhnya optimal jika tidak diimbangi dengan akselerasi investasi sektor swasta.

Baca Juga :  Penjelasan KPU soal Aturan Pengumuman Hasil Hitung Cepat Pemilu di Luar Negeri

Peran Swasta dan Kebijakan Moneter
Sejumlah ekonom menilai keseimbangan antara belanja pemerintah dan aktivitas sektor swasta menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi. Ketika kedua mesin ekonomi bergerak seiring, pertumbuhan di atas 6 persen dinilai lebih mudah dicapai.

Data moneter menunjukkan bahwa pada periode dengan pertumbuhan uang beredar yang kuat, kredit perbankan juga tumbuh signifikan dan mendorong ekspansi ekonomi. Sebaliknya, perlambatan likuiditas berdampak langsung pada penyaluran kredit. Kondisi tersebut sempat diperparah oleh pandemi Covid-19, sebelum akhirnya dipulihkan melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk penempatan dana pemerintah di perbankan untuk mendorong likuiditas.

Harapan Pensiunan Tetap Terbuka
Berbagai langkah pemulihan tersebut dinilai efektif dalam mendorong kebangkitan ekonomi, meski tidak lepas dari kritik. Pemerintah menegaskan, setiap kebijakan diambil berdasarkan pengalaman krisis sebelumnya dan perhitungan yang matang.

Terkait kenaikan gaji pensiunan ASN, TNI, dan Polri 2026, pemerintah menegaskan pintu pembahasan belum tertutup. Seluruh keputusan akan tetap mempertimbangkan kondisi fiskal dan arah perekonomian nasional. Harapan para pensiunan dinyatakan masih terbuka, seiring upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB