Parkir Berlangganan, Langkah Baru Tulungagung Dorong PAD Tembus Rp10 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG — Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, bersiap mengaktifkan kembali skema parkir berlangganan pada 2026. Melalui kebijakan ini, pemkab memasang target ambisius: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp10 miliar dari sektor perparkiran, terutama untuk lokasi parkir tepi jalan umum (TJU) di ruas-ruas jalan kabupaten.

Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Tulungagung, Mahendra Sulistiawan, menjelaskan bahwa keputusan kembali ke sistem berlangganan diambil setelah evaluasi terhadap pola parkir manual yang berjalan dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, capaian PAD dari parkir manual tidak sesuai harapan dan kerap meleset dari target.

“Sejak awal 2024 hingga akhir 2025, sistem manual dijalankan. Namun, realisasi pendapatan dari sektor parkir justru turun signifikan dan tidak pernah mencapai target,” kata Mahendra, Senin.

Data Dishub menunjukkan, pada 2025 realisasi PAD parkir tercatat sekitar Rp600 juta atau 37,5 persen dari target Rp1,6 miliar. Sementara pada 2024, pendapatan yang masuk sekitar Rp830 juta atau 54,7 persen dari target Rp1,5 miliar.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Tulungagung disebut telah menuntaskan Peraturan Daerah (Perda) Perparkiran terbaru pada akhir 2025. Aturan tersebut juga diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Tulungagung, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Polres Tulungagung terkait fasilitasi pemungutan retribusi parkir tepi jalan.

Untuk tarif tahunan, skema parkir berlangganan ditetapkan berjenjang: roda dua Rp20 ribu, roda empat Rp40 ribu, dan roda enam Rp60 ribu per tahun operasional.

Meski target PAD 2026 dinaikkan tajam hingga Rp10 miliar, Dishub mengakui perlunya masa transisi agar kebijakan berjalan seragam dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan. Karena itu, pemerintah menerapkan dispensasi sepanjang 2026.

Baca Juga :  Warga Protes, Pemkab Tulungagung Segera Perbaiki IPLT Untuk Difungsikan Kembali

“Selama 2026, kendaraan berpelat nomor Tulungagung akan dianggap sudah masuk skema berlangganan. Ini untuk menyamakan penerapan, karena siklus pembayaran pajak kendaraan tiap pemilik berbeda,” ujarnya.

Dishub juga menyebut sosialisasi telah dilakukan sejak akhir 2025, termasuk penegasan kepada para juru parkir (jukir) resmi agar tidak lagi menarik pungutan langsung kepada kendaraan yang masuk dalam skema berlangganan.

Pemkab berharap penerapan kembali parkir berlangganan tidak hanya mendongkrak pendapatan daerah, tetapi juga menghadirkan kepastian aturan dan kenyamanan bagi warga saat memanfaatkan parkir tepi jalan. Dengan tata kelola yang lebih jelas, sektor perparkiran diharapkan dapat ikut menopang pembiayaan pembangunan dan layanan publik di Kabupaten Tulungagung.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB