Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA— Kisah Asrorul Mais menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal gelar, tetapi juga tentang membuka akses dan mengubah cara pandang. Terlahir tanpa kedua kaki pada 29 Agustus 1983 di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Mais tumbuh dalam keluarga sederhana. Sejak awal, ia memilih satu hal yang konsisten: tidak menjadikan kondisi fisik sebagai alasan berhenti belajar.

Mais menapaki pendidikan dari sekolah khusus hingga sekolah umum, dengan prestasi akademik yang menonjol. Di balik pencapaiannya, ada kerja keluarga yang sering luput disorot: orangtua tidak hanya memberi semangat, tetapi juga menyiapkan dukungan nyata agar sekolah ramah bagi mobilitasnya. Prinsip itu sederhana namun penting—aksesibilitas bukan fasilitas mewah, melainkan prasyarat agar kesempatan benar-benar setara.

Baca Juga :  Solar Subsidi yang Terus Melintas dan Pertanyaan Publik atas Ketegasan Negara

Setelah lulus SMA, Mais kuliah di Universitas Jember jurusan Teknik Elektro. Di masa ini, ia mulai aktif dalam gerakan disabilitas dan membangun kemandirian ekonomi lewat usaha kecil. Pengalaman mengajar kemudian membawanya pada titik balik: ia memilih menekuni Pendidikan Luar Biasa dan melanjutkan studi hingga magister, serta meneruskan pendidikan doktoral di bidang pendidikan inklusi.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan akademik itu mengantarkannya menjadi dosen dan kemudian dipercaya memegang jabatan struktural hingga Wakil Rektor di kampusnya. Namun, yang membuat kisah Mais relevan dan bermanfaat adalah arah perjuangannya: ia mendorong inklusi dari dalam sistem—membangun layanan disabilitas, memperkuat akses kampus, dan menyiapkan pelatihan agar seluruh elemen kampus memahami disabilitas secara bermartabat, bukan dengan belas kasihan.

Baca Juga :  Update Harga Cabai dan Beras di Tulungagung Meroket Usai Pemilu

Mais membawa pesan yang tegas: kesetaraan bukan perlakuan khusus, melainkan kesempatan yang sama dengan dukungan yang tepat. Dari kisahnya, ada pelajaran praktis bagi banyak pihak—keluarga, sekolah, kampus, dan pemerintah—bahwa keberhasilan penyandang disabilitas bukan semata soal “ketangguhan pribadi”, tetapi juga soal lingkungan yang mau berbenah.

Di tengah tantangan akses pendidikan yang masih terjadi, perjalanan Asrorul Mais memberi inspirasi yang konkret: ketika pendidikan diperlakukan sebagai investasi, bukan beban, maka keterbatasan dapat berubah menjadi jalan untuk melahirkan perubahan—bagi diri sendiri dan bagi banyak orang lain.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB