Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Di balik kesibukan itu, ada Eka, pelaku usaha pempek rumahan yang membangun bisnisnya dari langkah kecil. Dulu, ia hanya melayani pesanan di sekitar rumah. Kini, pempek frozen racikannya telah menemukan pelanggan hingga luar negeri, mulai dari Amerika hingga beberapa negara di Asia dan Eropa.

Berangkat dari Lingkungan Terdekat, Tumbuh karena Konsisten

Usahanya mulai berjalan sejak 2011. Pada masa awal, semuanya masih sederhana: produksi secukupnya sesuai pesanan. Tetapi ketika pelanggan semakin banyak, Eka menangkap kebutuhan baru—usaha rumahan harus ditata lebih profesional bila ingin bertahan dan berkembang.

Ia pun mulai menyusun arah usaha secara bertahap. Tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang kepercayaan. Eka belajar memahami pentingnya izin dan standar produk pangan agar bisnisnya tidak berhenti di lingkup lokal. Baginya, legalitas adalah jembatan menuju pasar yang lebih luas sekaligus penguat keyakinan konsumen.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya jualan apa adanya, belum terpikir sampai urusan izin. Lama-lama saya sadar, kalau ingin maju harus tertib,” ujarnya.

Halal sebagai Pegangan Proses Produksi

Satu hal yang kemudian menjadi perhatian utama adalah sertifikasi halal. Eka memandang halal bukan semata-mata kebutuhan label, melainkan janji yang harus dijaga lewat proses produksi yang bersih dan tertata.

Baca Juga :  Tulungagung Alami Surplus Beras Berkat Panen Melimpah

Ia mengakui, proses pengurusan sertifikasi sempat membingungkan. Namun, setelah mendapat pendampingan, tahapan yang sebelumnya terasa rumit menjadi lebih mudah dipahami. Sejak itu, ia semakin disiplin menjaga standar: kebersihan dapur, ketertiban alur kerja, hingga kontrol bahan.

Komposisi Lebih “Ikan”, Mutu Dijaga dengan Sistem

Ciri pempek buatan Eka ada pada komposisinya: porsi ikan dibuat dominan sehingga rasa lebih kuat. Untuk kebutuhan pengiriman, ia menerapkan metode vacuum dan pembekuan sejak awal produksi agar ketahanan produk lebih terjaga saat dikirim jarak jauh.

Selain mutu isi, Eka juga menaruh perhatian pada tampilan. Kemasan dibuat lebih rapi dan terlihat premium. Ia percaya, kemasan bukan sekadar bungkus, tetapi bagian dari cara membangun kepercayaan pelanggan—terutama untuk pasar yang menilai produk dari detail.

Ekspor Berawal dari “Coba Bawa”, Lalu Meledak Pesanan

Peluang pasar luar negeri muncul dari kejadian yang tak direncanakan. Pempeknya pernah dibawa sebagai oleh-oleh ke Amerika. Responsnya di luar dugaan: orang-orang yang mencoba kemudian memesan lagi, dalam jumlah lebih besar. Dari sana, jaringan pelanggan melebar dan permintaan terus datang dari berbagai negara.

Baca Juga :  19 Kecamatan di Tulungagung Masuk Kawasan Kumuh, Luasnya Mencapai 500 Hektare

Kini, dapur produksinya tak pernah benar-benar lengang. Volume produksi menyesuaikan pesanan—kadang beberapa kilogram, kadang belasan hingga puluhan kilogram. Mekanisme pemesanan dibuat praktis, sehingga pelanggan cukup menghubungi dan produk langsung dikirim ke alamat tujuan.

Dapur Kecil, Mimpi Besar

Meski sudah dikenal lebih luas, Eka tetap menjalankan usahanya dengan cara yang sederhana. Baginya, keberhasilan bukan hanya soal omzet, tetapi soal keberlanjutan: usaha yang bisa menghidupi keluarga, memberi pekerjaan, dan membawa cita rasa Palembang melangkah jauh.

Hingga periode terakhir yang diceritakan, pusat produksinya masih berada di dapur rumahan yang sama. Tempatnya tidak berubah drastis, tetapi standarnya terus naik. Eka meyakini bisnis kuliner tidak cukup hanya “enak”—ia harus bersih, tertib, konsisten, dan berani memenuhi standar.

Kisah ini menjadi pesan penting bagi pelaku UMKM: jalan menuju pasar besar sering kali dimulai dari langkah paling sederhana—asal dijalani dengan disiplin, kesungguhan, dan komitmen menjaga kualitas.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB