Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Di tengah tren fesyen cepat dan kebiasaan “beli baru”, jasa permak pakaian di kawasan Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Tulungagung, justru masih menjadi penggerak ekonomi mikro yang nyata. Aktivitas permak yang terus berjalan menunjukkan ada dua kebutuhan yang bertemu: warga ingin berhemat, sementara pelaku UMKM menggantungkan penghasilan harian dari keterampilan jahit. Warga datang membawa seragam sekolah, celana kerja, kebaya, hingga jaket—bukan sekadar memperbaiki, tetapi menjaga pakaian tetap layak pakai tanpa menguras anggaran rumah tangga.

Pelaku usaha menyebut layanan yang paling sering diminta meliputi potong panjang celana, kecil-besarkan ukuran, ganti resleting, serta perbaikan sobek halus. Permintaan biasanya naik pada momen tertentu seperti awal tahun ajaran, musim hajatan, dan menjelang hari besar. Bagi pelanggan, permak menjadi strategi pengeluaran yang lebih efisien dibanding membeli baru, apalagi saat harga kebutuhan pokok ikut menekan daya beli. Di sisi lain, momen ramai tersebut menjadi periode penting untuk menjaga arus pemasukan penjahit.

Baca Juga :  Pembunuhan Satu Keluarga di Penajam Paser Utara

Menariknya, basis pelanggan kini semakin luas. Selain pelanggan lama, anak muda mulai memanfaatkan jasa permak untuk menyesuaikan ukuran pakaian thrifting atau merapikan potongan agar lebih pas. Pola ini membuat permak bukan hanya “jasa lama”, tetapi ikut terbawa tren baru, sehingga perputaran uang di sektor kecil tetap hidup. Sejumlah penjahit pun menyesuaikan layanan dengan kebiasaan modern—konsultasi dan pengaturan pengambilan dilakukan lewat pesan singkat agar lebih efisien dan mengurangi waktu tunggu.

Keberadaan jasa permak di Kenayan menunjukkan ketahanan UMKM berbasis keterampilan: bertahan karena kebutuhan pasar yang stabil, kualitas kerja, dan ketepatan waktu. Selain menopang ekonomi keluarga pelaku usaha, permak juga memberi manfaat ekonomi tidak langsung bagi warga karena memperpanjang usia pakaian dan menekan pengeluaran. Dengan begitu, jasa permak tidak hanya soal jahitan—tetapi tentang cara ekonomi rakyat bertahan dan tetap berputar di tengah perubahan zaman.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB