AZMEDIA — Di tengah tren fesyen cepat dan kebiasaan “beli baru”, jasa permak pakaian di kawasan Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Tulungagung, justru masih menjadi penggerak ekonomi mikro yang nyata. Aktivitas permak yang terus berjalan menunjukkan ada dua kebutuhan yang bertemu: warga ingin berhemat, sementara pelaku UMKM menggantungkan penghasilan harian dari keterampilan jahit. Warga datang membawa seragam sekolah, celana kerja, kebaya, hingga jaket—bukan sekadar memperbaiki, tetapi menjaga pakaian tetap layak pakai tanpa menguras anggaran rumah tangga.
Pelaku usaha menyebut layanan yang paling sering diminta meliputi potong panjang celana, kecil-besarkan ukuran, ganti resleting, serta perbaikan sobek halus. Permintaan biasanya naik pada momen tertentu seperti awal tahun ajaran, musim hajatan, dan menjelang hari besar. Bagi pelanggan, permak menjadi strategi pengeluaran yang lebih efisien dibanding membeli baru, apalagi saat harga kebutuhan pokok ikut menekan daya beli. Di sisi lain, momen ramai tersebut menjadi periode penting untuk menjaga arus pemasukan penjahit.
Menariknya, basis pelanggan kini semakin luas. Selain pelanggan lama, anak muda mulai memanfaatkan jasa permak untuk menyesuaikan ukuran pakaian thrifting atau merapikan potongan agar lebih pas. Pola ini membuat permak bukan hanya “jasa lama”, tetapi ikut terbawa tren baru, sehingga perputaran uang di sektor kecil tetap hidup. Sejumlah penjahit pun menyesuaikan layanan dengan kebiasaan modern—konsultasi dan pengaturan pengambilan dilakukan lewat pesan singkat agar lebih efisien dan mengurangi waktu tunggu.
Keberadaan jasa permak di Kenayan menunjukkan ketahanan UMKM berbasis keterampilan: bertahan karena kebutuhan pasar yang stabil, kualitas kerja, dan ketepatan waktu. Selain menopang ekonomi keluarga pelaku usaha, permak juga memberi manfaat ekonomi tidak langsung bagi warga karena memperpanjang usia pakaian dan menekan pengeluaran. Dengan begitu, jasa permak tidak hanya soal jahitan—tetapi tentang cara ekonomi rakyat bertahan dan tetap berputar di tengah perubahan zaman.














