Fenomena Langit Januari 2026: Supermoon hingga Hujan Meteor

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA | Jakarta — Awal tahun 2026 akan dibuka dengan beragam fenomena astronomi menarik yang menghiasi langit malam. Sepanjang Januari, publik berkesempatan menyaksikan hujan meteor intens, fase Bulan istimewa, hingga peristiwa orbit Bumi yang penting secara ilmiah. Sebagian fenomena dapat diamati dengan mata telanjang, khususnya dari lokasi minim polusi cahaya, sementara lainnya akan tampak lebih optimal dengan bantuan alat optik.

Berikut rangkuman fenomena langit Januari 2026 yang patut disimak:


Supermoon Awal Tahun

Bulan Purnama pertama pada 2026 terjadi pada 3 Januari. Dalam tradisi lama, purnama Januari dikenal sebagai Wolf Moon atau Bulan Serigala, merujuk pada kisah masyarakat asli Amerika yang kerap mendengar lolongan serigala di musim dingin.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, status purnama ini sebagai supermoon masih menjadi perdebatan. SeaSky mengategorikannya sebagai supermoon pertama dari tiga supermoon sepanjang 2026. Sebaliknya, Timeanddate tidak memasukkannya dalam kategori tersebut karena perbedaan kriteria jarak Bulan terhadap Bumi.

Baca Juga :  HUT Ke 78 TNI Tahun 2023, Publik Miliki Kepercayaan Pada TNI Cukup Tinggi

Hujan Meteor Quadrantid

Salah satu hujan meteor tahunan terbaik, Quadrantid, akan mencapai puncaknya pada malam 3 Januari hingga dini hari 4 Januari. Fenomena ini dikenal mampu menghasilkan hingga 40 meteor per jam dalam kondisi ideal.

Quadrantid aktif sejak 28 Desember hingga 12 Januari dan berasal dari sisa partikel debu objek langit 2003 EH1, yang diduga merupakan komet punah. Meski durasi puncaknya singkat, meteor Quadrantid terkenal akan kilatan cahayanya yang terang dan tajam.


Bumi di Titik Perihelion

Masih pada 3 Januari, Bumi mencapai titik perihelion, yaitu posisi terdekatnya dengan Matahari dalam satu tahun. Pada momen ini, jarak Bumi dengan Matahari sekitar 147 juta kilometer.

Fenomena ini kerap disalahartikan sebagai penyebab suhu panas ekstrem. Padahal, perubahan musim dan suhu di Bumi lebih dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi planet dibandingkan jaraknya terhadap Matahari.


Konjungsi Bulan dan Planet

Januari 2026 juga akan diramaikan oleh sejumlah peristiwa konjungsi, yakni posisi Bulan yang tampak berdekatan dengan planet-planet jika dilihat dari Bumi.

Baca Juga :  Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah, Puluhan Warga Rela Antre

Pada 14 Januari, Bulan akan berkonjungsi dengan Mars dan tampak menonjol di langit malam. Dua hari berselang, pada 16 Januari, Bulan sabit akan terlihat berdekatan dengan Venus yang bersinar terang sebagai “bintang fajar” menjelang matahari terbit.


Bulan Baru

Fase Bulan Baru terjadi pada 18 Januari. Pada fase ini, Bulan berada sejajar dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam.

Kondisi langit yang gelap tanpa cahaya Bulan menjadikan periode ini sebagai waktu terbaik untuk mengamati objek langit redup seperti galaksi, nebula, dan gugus bintang.


Rangkaian fenomena astronomi Januari 2026 menjadi pembuka tahun yang ideal bagi pengamat langit maupun masyarakat umum. Selain menawarkan keindahan visual, peristiwa-peristiwa ini juga menjadi pengingat akan dinamika kosmik yang terus berlangsung di sekitar Bumi.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB