Tulungagung – Manajemen PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan mengambil langkah tegas dengan memecat salah satu pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, menyusul insiden tendangan kungfu yang mencederai pemain lawan dalam laga Liga 4 melawan Perseta 1970 Tulungagung di Bangkalan.
Keputusan pemecatan tersebut diumumkan secara resmi melalui unggahan akun Instagram klub @ps.putrajaya. Dalam surat bernomor PSPJ/02/05-01-2026, Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P, menyatakan pemberhentian Muhammad Hilmi Gimnastiar dari tim.
Surat itu menjelaskan bahwa pemecatan dilakukan sebagai konsekuensi langsung dari insiden pada laga Liga 4 babak 32 besar zona Jawa Timur antara PS Putra Jaya Sumurwaru melawan Perseta 1970 Tulungagung, yang berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 14.36 WIB di Stadion Bangkalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar,” demikian kutipan surat resmi yang ditandatangani Gaung Andaka.
Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa tindakan Hilmi dinilai tidak mencerminkan asas fair play serta melanggar koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar terhadap pemain lawan. Akibat tendangan tersebut, Firman Nugraha, pemain Perseta 1970 Tulungagung, sempat terkapar di lapangan dan harus ditandu keluar untuk mendapatkan penanganan medis.
Manajemen Putra Jaya juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami, khususnya kepada tim Perseta 1970,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, pelatih Perseta 1970 Tulungagung, Medi Radondo, memastikan kondisi Firman Nugraha telah kembali membaik usai mendapat penanganan medis.
“Alhamdulillah aman, sudah sehat kembali,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Medi menjelaskan, sesaat setelah insiden terjadi, Firman memang sempat ditandu keluar lapangan dan menjalani perawatan di dalam ambulans yang siaga di stadion.
“Tidak sampai dibawa ke rumah sakit, tapi dirawat di dalam ambulans,” katanya.
Pihak Perseta menilai keputusan wasit yang langsung mengganjar kartu merah kepada Muhammad Hilmi sudah sesuai. Klub mengaku tidak akan menempuh langkah lanjutan karena sanksi di lapangan telah dijatuhkan.
“Kalau tadi sudah dikasih kartu merah. Kalau mau kami protes juga tidak bisa karena masih dalam pertandingan. Itu murni ranah wasit,” tegas Medi.
Diketahui, laga Liga 4 antara Putra Jaya Kabupaten Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026) pukul 13.00 WIB. Kedua tim tergabung di Grup CC putaran 32 besar Liga 4 PSSI Jatim. Putra Jaya tampil dengan jersey kuning, sedangkan Perseta mengenakan kostum hijau.
Rekaman siaran langsung yang ditayangkan melalui kanal YouTube PSSI Jawa Timur memperlihatkan insiden bermula saat Firman Nugraha berupaya merebut bola. Secara tiba-tiba, Muhammad Hilmi melakukan tendangan keras yang tepat mengenai dada lawan. Firman langsung terjatuh, sementara wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah untuk pemain bernomor punggung 23 tersebut. Situasi sempat memanas sebelum Hilmi diarahkan rekan setimnya keluar lapangan.
Redaksi AZMEDIA menilai, langkah pemecatan ini menjadi sinyal tegas bahwa tindakan brutal di lapangan hijau tidak mendapat tempat. Penegakan disiplin oleh klub dinilai penting demi menjaga integritas dan marwah kompetisi sepak bola di level daerah.
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
Sanggahan dan/atau klarifikasi dapat disampaikan kepada Redaksi AZMEDIA INDONESIA melalui: redaksi@azmedia.co.id
WhatsApp: +62 816-5133-39













