Operasi SAR Gunung Slamet Resmi Dihentikan, Nasib Syafiq Ridan Ali Razan Masih Belum Terungkap

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Operasi pencarian terhadap pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Syafiq Ridan Ali Razan, secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama 13 hari. Hingga penutupan operasi, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan pendaki asal Magelang, Jawa Tengah tersebut.

Syafiq dilaporkan tidak kembali sejak Minggu, 28 Desember 2025. Berdasarkan informasi awal, ia memulai pendakian seorang diri melalui jalur Dipa Jaya yang berada di wilayah Kabupaten Pemalang. Sebelum melakukan pendakian, korban sempat mengabari orang tuanya bahwa dirinya telah tiba di Basecamp Dipa Jaya.

Namun, setelah kabar tersebut, komunikasi dengan keluarga terputus. Ponsel milik Syafiq tidak lagi aktif dan tidak dapat dihubungi, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan operasi pencarian dan pertolongan.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencarian Diperpanjang hingga 13 Hari

Upaya SAR dilakukan secara bertahap dan intensif. Operasi awal digelar selama tujuh hari sesuai prosedur standar, kemudian diperpanjang dua hari, dan kembali dilanjutkan hingga total 13 hari pencarian. Meski area pencarian terus diperluas, tidak ada petunjuk signifikan yang mengarah pada keberadaan korban.

Baca Juga :  Banyak Cakada Bermunculan Menjelang Pilkada Tulungagung, Hanura Pilih Wait And See.

Komandan Basarnas Kantor SAR Pemalang, Handika, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pencarian telah dilaksanakan sesuai standar penyelamatan di medan pegunungan. “Selama operasi berlangsung, kami telah menyisir jalur pendakian hingga mendekati puncak serta area-area yang dianggap rawan,” ujarnya.

Ratusan Personel Diterjunkan

Dalam operasi tersebut, ratusan personel gabungan dikerahkan. Tim terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, komunitas pendaki, serta personel dengan keahlian khusus yang disesuaikan dengan karakter ekstrem Gunung Slamet.

Penyisiran tidak hanya dilakukan di jalur utama pendakian, tetapi juga mencakup sumber-sumber air, lereng curam, semak belukar rapat, hingga jurang-jurang dalam yang berpotensi menjadi lokasi korban tersesat atau terjatuh.

Medan Sulit dan Cuaca Ekstrem

Proses pencarian menghadapi berbagai kendala alam. Kabut tebal, hujan, suhu dingin ekstrem, serta jalur yang licin menjadi tantangan serius bagi keselamatan tim SAR. Vegetasi yang rapat di beberapa sektor juga memperlambat proses penyisiran.

“Kami sudah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Setiap sektor yang dicurigai telah diperiksa,” tambah Handika.

Jalur Dipa Jaya Jadi Fokus

Selama operasi berlangsung, jalur Dipa Jaya menjadi titik utama pencarian. Jalur ini dikenal cukup diminati pendaki, namun memiliki tingkat kesulitan tinggi, terutama bagi pendaki solo. Area pencarian dibagi ke dalam beberapa sektor guna meningkatkan efektivitas penyisiran.

Baca Juga :  Puluhan Kendaraan Bermotor Diamankan Polres Tulungagung, Kedapatan Langgar Lalu Lintas.

Meski demikian, hingga operasi dinyatakan berakhir, tidak ditemukan barang pribadi, jejak pendakian, maupun tanda lain yang dapat mengarah pada lokasi korban.

Operasi Dihentikan, Tetap Dibuka Ruang Pemantauan

Basarnas menyatakan operasi SAR resmi ditutup dan selanjutnya dialihkan ke tahap pemantauan. Namun demikian, peluang pencarian lanjutan masih terbuka apabila muncul informasi baru dari masyarakat, relawan, atau komunitas pendaki.

“Jika ada inisiatif pencarian lanjutan, kami minta tetap berkoordinasi dengan pengelola Basecamp Dipa Jaya maupun Bambangan,” jelas Handika.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan dan keselamatan dalam aktivitas pendakian. Kondisi fisik, kelengkapan peralatan, pemantauan cuaca, serta sistem komunikasi yang memadai menjadi faktor krusial, khususnya di gunung dengan karakter medan ekstrem seperti Gunung Slamet.

Hingga kini, keluarga Syafiq Ridan Ali Razan masih menanti kabar dan berharap adanya titik terang atas nasib anggota keluarga mereka.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB