PHK Tak Mematahkan Langkah: UMKM Besek Bambu Jombang Kini Kirim ke Luar Negeri

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Bhima Aneka Besek mulai dirintis pada 2019, setelah Arief terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pabrik tempatnya bekerja. Alih-alih larut dalam keadaan, pasangan ini memilih mencari peluang yang bisa digerakkan dari desa, memanfaatkan keterampilan dan bahan baku yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: bambu.

Sebelum memproduksi besek, Etikawati sudah lebih dulu menjalankan usaha katering rumahan. Ia kerap memakai besek sebagai kemasan, karena tampilannya rapi dan memberi kesan tradisional. Namun yang membuatnya terkejut, unggahan foto katering di media sosial justru memancing pertanyaan bukan tentang menu, melainkan tentang kemasannya. Banyak orang tertarik dengan besek yang dipakai.

Dari situ, Etikawati mencoba menjadi reseller besek. Pesanan datang semakin sering, tetapi persediaan tidak selalu siap karena perajin yang memasok kewalahan memenuhi permintaan. Pada titik itulah, mereka memutuskan beralih: tidak hanya menjual, tetapi memproduksi sendiri.

Dengan modal awal sekitar Rp5 juta, mereka mulai menjalankan produksi bertahap. Mereka juga tidak terpaku pada bentuk besek standar. Sejumlah desain dikembangkan menyesuaikan kebutuhan pasar—mulai model melengkung, bulat, limas, hingga bentuk khusus untuk kemasan premium. Promosi dilakukan lewat Facebook dan Instagram, yang perlahan memperluas jaringan pelanggan, dari pelaku katering hingga restoran.

Seiring usaha tumbuh, sistem kerja mereka ikut berkembang. Proses perakitan banyak dilakukan di rumah produksi dengan bantuan beberapa pekerja. Sementara pekerjaan menganyam dikerjakan oleh ibu-ibu sekitar desa, sehingga mereka tetap bisa produktif tanpa harus meninggalkan rumah. Selain memperkuat kapasitas produksi, pola ini membuka peluang pendapatan tambahan bagi warga.

Bhima Aneka Besek juga melayani pesanan custom, yang membuat variasi produk terus bertambah dan kian menyesuaikan selera pasar. Dalam perjalanannya, omzet disebut bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan dan meningkat pada periode tertentu. Tantangan besar masih ada, terutama biaya pengiriman untuk luar Jawa. Meski begitu, besek bambu buatan mereka telah merambah pasar luar negeri, termasuk negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Baca Juga :  Penyebab jatuhnya dua pesawat TNI AU di Pasuruhan masih di pertanyakan

Tidak hanya fokus pada produksi, Etikawati dan Arief juga kerap berbagi pengalaman dalam pelatihan UMKM di sejumlah desa. Mereka memperkenalkan teknik anyaman, cara menjaga kualitas, hingga strategi pemasaran digital agar produk lokal dapat menjangkau pasar lebih luas.

Bagi mereka, usaha ini bukan sekadar mencari penghasilan. Anyaman bambu adalah tradisi yang perlu dijaga, sekaligus kesempatan untuk membuka jalan bagi lebih banyak orang. Dari kisah ini, satu pelajaran terlihat jelas: perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana—ketika keberanian untuk bangkit dipadukan dengan kerja yang konsisten.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional
Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos
Simpang Muning Mojoroto Rawan, Kecelakaan Beruntun Bus Harapan Jaya Dorong Evaluasi Keselamatan Lalu Lintas

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Senin, 26 Januari 2026 - 16:07 WIB

Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga

Senin, 26 Januari 2026 - 15:41 WIB

Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:08 WIB

Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB