Puluhan Pelajar Tulungagung Terjaring Razia Nongkrong di Warkop Saat Jam Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Aparat gabungan dari Polres Tulungagung dan Satpol PP Tulungagung menggelar razia terhadap pelajar yang kedapatan berada di warung kopi saat jam kegiatan belajar mengajar, Jumat (9/1). Kegiatan ini difokuskan sebagai langkah pembinaan bagi siswa yang membolos sekolah.

Penertiban dilakukan di sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar, di antaranya Caffe Bon.Bin Public, Caffe Onderan Distrik, Caffe Tommorow, serta Warkop WKS Serut. Dari hasil razia, petugas menemukan beberapa pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah berada di lokasi tersebut pada waktu jam pelajaran berlangsung.

Pelajar yang terjaring kemudian diberikan teguran serta pembinaan awal. Selanjutnya, mereka dibawa ke Kantor Satpol PP Tulungagung untuk didata bersama Dinas Pendidikan. Setelah proses pendataan selesai, para pelajar dipulangkan dengan dijemput langsung oleh orang tua atau wali kelas masing-masing.

Kasihumas Polres Tulungagung, IPTU Nanang Murdiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Laporan tersebut menyoroti masih adanya pelajar yang menghabiskan waktu di coffee shop dan warung kopi saat jam sekolah.

“Keberadaan pelajar di luar sekolah pada jam pelajaran berpotensi mengganggu proses pendidikan dan dapat memicu persoalan sosial lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, BPJS Kesehatan Tetap Berikan Layanan JKN

Ia menambahkan, penertiban ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar para pelajar lebih menyadari pentingnya disiplin. “Harapannya, siswa bisa lebih fokus mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau peran aktif orang tua, pihak sekolah, serta pemilik usaha coffee shop dan warung kopi untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah pelajar berada di luar lingkungan sekolah pada jam pelajaran, demi terciptanya suasana pendidikan yang tertib dan kondusif.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB