Kreatif dan Menguntungkan, Suvenir Macan Putih Khas Kediri Raup Cuan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Kehadiran Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, membawa dampak ekonomi yang tidak terduga. Di sekitar kawasan tersebut, warga mulai memanfaatkan meningkatnya arus kunjungan dengan membuka lapak penjualan aneka cendera mata bertema macan putih.

Berbagai produk kreatif ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari pakaian, aksesori, hingga pernak-pernik kecil. Antusiasme masyarakat yang datang untuk melihat dan berfoto di lokasi patung turut mendorong tumbuhnya kegiatan usaha skala kecil di lingkungan desa.

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, mengungkapkan bahwa pembangunan patung tersebut pada mulanya hanya dimaksudkan sebagai simbol identitas desa. Namun seiring viralnya ikon tersebut, aktivitas ekonomi warga justru berkembang pesat di sekitarnya.

Menurutnya, kondisi ini memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha mikro dan warga yang mencoba peruntungan dengan berjualan di area tersebut. Ia menilai patung macan putih telah menjadi pemicu munculnya peluang ekonomi baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Beragam jenis barang dijajakan oleh para pedagang, di antaranya kaos bergambar macan putih dengan desain khas, stiker, balon mainan, hingga aksesori untuk kendaraan bermotor. Produk-produk tersebut kerap dibeli pengunjung sebagai kenang-kenangan setelah berkunjung ke lokasi.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, sehingga menarik minat berbagai kalangan. Salah satu produk paling diminati adalah stiker bertema macan putih yang dibanderol dengan harga murah dan mudah dibawa pulang.

Baca Juga :  Buat Pinjaman Fiktif, Karyawan KSP Dikeroyok Enam Rekan Kerjanya

Meningkatnya popularitas kawasan tersebut juga berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah pedagang. Jika pada awalnya hanya segelintir warga yang membuka lapak, kini area sekitar patung dipenuhi pedagang musiman maupun pelaku UMKM lokal.

Safi’i menyebutkan bahwa jumlah pedagang terus bertambah dari hari ke hari. Bahkan dalam kondisi ramai, ratusan warga bisa terlibat langsung dalam aktivitas jual beli di sekitar kawasan Patung Macan Putih.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keberadaan ikon desa tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik visual, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dan membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat setempat.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB