Sidak Mentan Ungkap Ratusan Ton Bawang Bombai Ilegal di Semarang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Kementerian Pertanian mengambil langkah tegas dengan menyita ratusan ton bawang bombai yang diduga masuk ke Indonesia secara ilegal dan disimpan di sebuah gudang kawasan Semarang Utara, Jawa Tengah. Penindakan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat inspeksi mendadak pada Sabtu (10/1).

Dalam kegiatan itu, petugas menemukan bawang bombai tanpa dokumen resmi dengan total berat mencapai 133,5 ton atau sekitar 6.172 karung. Seluruh barang temuan tersebut langsung dimusnahkan di lokasi guna mencegah kemungkinan peredaran ke pasar serta menghindari risiko yang lebih luas bagi sektor pertanian nasional.

“Barang ini tidak dilengkapi dokumen apa pun. Begitu ditemukan, langsung kami amankan dan dimusnahkan. Tidak ada distribusi dan tidak ada proses lelang,” tegas Amran di sela-sela sidak.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, begitu informasi adanya bawang ilegal diterima, pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat setempat, termasuk unsur TNI. Langkah cepat tersebut dilakukan agar barang tidak sempat berpindah tangan dan jaringan penyelundupan dapat ditelusuri hingga ke sumbernya.

Baca Juga :  Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Menurut Amran, bahaya utama dari penyelundupan komoditas pertanian bukan hanya soal volume barang, melainkan potensi masuknya penyakit dari luar negeri. Bakteri maupun jamur yang belum pernah ada di Indonesia berisiko mengancam tanaman pangan dan bahkan sektor peternakan.

“Dampaknya sama saja, mau satu kilo atau satu juta kilo. Kalau membawa penyakit, itu sangat berbahaya bagi negara,” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan pengalaman Indonesia saat menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022. Wabah itu menyebabkan hilangnya lebih dari enam juta ekor sapi dan menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, serta memukul kehidupan peternak di berbagai daerah.

“Begitu penyakit menyebar, dampaknya tidak terkendali. Kerugian saat itu mencapai ratusan triliun rupiah. Kalau hal serupa terjadi pada tanaman pangan seperti padi atau bawang, dampaknya bisa lebih luas lagi karena menyangkut jutaan petani,” jelasnya.

Baca Juga :  Google Masih Pikir-pikir soal Perpres Media yang Baru Disahkan Jokowi

Amran menilai praktik penyelundupan yang dilakukan segelintir oknum sangat merugikan kepentingan masyarakat luas. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah oleh kepentingan pribadi atau kelompok kecil yang mengorbankan stabilitas pangan nasional.

Selain bawang bombai, Kementerian Pertanian juga tengah menelusuri berbagai laporan dugaan penyelundupan komoditas lain, mulai dari beras, minyak goreng, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian. Seluruh laporan tersebut akan diproses sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami pastikan barang ilegal ini tidak akan disalurkan dalam bentuk apa pun. Kasus ini akan kami bongkar sampai ke akar-akarnya. Tidak boleh ada toleransi, karena kompromi hanya akan memelihara kejahatan,” pungkas Amran.

Langkah tegas ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi petani, menjaga ketahanan pangan, serta memastikan tata niaga pertanian berjalan secara sehat dan berkeadilan.

Follow WhatsApp Channel dev.aztv.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB