AZMEDIA – Sebuah lapangan sepak bola di wilayah pedesaan Tulungagung mendadak menyita perhatian publik. Bukan karena fasilitas mewah, melainkan karena nama yang disematkan warga setempat terbilang tidak biasa dan identik dengan stadion kelas dunia.
Lapangan tersebut berada di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru. Oleh warga sekitar, lapangan ini dikenal dengan sebutan Stadion San Siro, nama yang selama ini lekat dengan stadion legendaris di Italia.
Nama San Siro—atau Giuseppe Meazza—selama ini dikenal sebagai markas klub raksasa AC Milan dan Inter Milan di Kota Milan. Namun di Tulungagung, nama tersebut diadopsi sebagai identitas lapangan sepak bola desa yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perhatian warganet mulai tertuju setelah sejumlah foto dan video yang memperlihatkan aktivitas pertandingan serta latihan sepak bola di lapangan itu beredar luas. Banyak yang mengaku terkejut mengetahui Tulungagung memiliki lapangan dengan julukan “San Siro”, meski dalam versi lokal dan sederhana.
Walau tidak berstatus stadion resmi dan belum memenuhi standar nasional, lapangan San Siro Pakel menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat. Berbagai aktivitas rutin digelar, mulai dari pertandingan antarkampung, latihan klub sepak bola lokal, hingga turnamen tingkat desa dan kecamatan.
Kondisi lapangan dinilai cukup terawat berkat swadaya dan kepedulian warga. Fasilitasnya memang masih terbatas, namun semangat masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan lapangan tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Popularitas julukan Stadion San Siro Pakel semakin meningkat setelah beberapa akun media sosial lokal mengangkatnya sebagai konten. Kolom komentar pun dipenuhi beragam respons, mulai dari rasa kagum hingga candaan khas warganet.
“San Siro versi Tulungagung,” tulis salah satu pengguna media sosial, mewakili reaksi banyak netizen lainnya.
Tak sedikit pula yang menjadikan lapangan ini sebagai latar foto dan video, memanfaatkan nama uniknya yang mudah diingat dan memiliki daya tarik tersendiri.
Keberadaan Stadion San Siro Pakel menjadi bukti bahwa geliat olahraga dapat tumbuh dari ruang sederhana. Dari lapangan desa inilah, warga berharap dapat lahir bibit-bibit pesepak bola muda yang kelak mengharumkan nama daerah.
Masyarakat setempat pun berharap ke depan lapangan ini mendapat perhatian lebih, baik dari pemerintah desa maupun pihak terkait, agar fasilitasnya semakin memadai dan aktivitas olahraga dapat berkembang lebih optimal.
Dari Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, nama San Siro kini tak hanya identik dengan Milan. Tulungagung pun memiliki kisahnya sendiri.













